top of page

All Posts


Perilaku Bukan Hanya Soal Anak — Perlu Diketahui Setiap Orang Tua
Ada sebuah rumus yang seharusnya ditempel di dinding setiap sekolah, ruang terapi, dan dapur keluarga. Rumus itu ditulis oleh psikolog Jerman-Amerika Kurt Lewin pada tahun 1936, dan secara fundamental mengubah cara ilmu perilaku memahami mengapa orang bertindak seperti yang mereka lakukan: B = f(P, E) Perilaku adalah fungsi dari interaksi antara Person (individu) dan Environment (lingkungan). Bukan salah satunya. Keduanya, selalu, secara bersamaan. Apa Arti Rumus Ini Sebenarn
atelierofminds
3 hari yang lalu2 menit membaca


Apa Itu Perilaku, Sebenarnya? Jawaban Klasik — Dan Mengapa Itu Baru Setengah Cerita
Ketika seorang anak melempar buku ke lantai, orang tua melihat kemarahan. Guru melihat pembangkangan. Tapi ilmuwan yang meletakkan fondasi ilmu perilaku modern — B.F. Skinner dan John B. Watson — melihat sesuatu yang jauh lebih presisi: respons terhadap stimulus yang dapat diamati, diukur, dan karenanya diubah. Ini adalah fondasi behaviorisme klasik, dan hingga hari ini tetap menjadi kerangka yang paling banyak dikutip dalam analisis perilaku terapan. Ide Utama: Stimulus → R
atelierofminds
27 Jul2 menit membaca


Sensory Seeking vs. Sensory Avoidance
Untuk memahami mengapa anak-anak merespons lingkungan sensorik yang sama dengan cara yang sangat berbeda, kita membutuhkan kerangka kerja. Yang paling banyak digunakan dalam terapi okupasi dan psikologi perkembangan adalah Model Pemrosesan Sensorik Winnie Dunn (1997), yang memetakan perilaku sensorik anak di dua sumbu: ambang neurologis (seberapa banyak input yang dibutuhkan sistem saraf sebelum meregistrasi suatu sensasi) dan respons perilaku (apakah anak secara aktif bekerj
atelierofminds
20 Jul4 menit membaca


Anak Punya 8 Indra, Bukan 5. Dan 3 yang Anda Tidak Tahu Inilah yang Mengendalikan Perilakunya
Sensory system Satu perubahan cara pandang yang mengubah segalanya: ketika anak berputar-putar sampai jatuh, menolak memakai kaos tertentu, ambruk saat berada di mall yang ramai, atau membanting setiap pintu yang dilewatinya — itu bukan perilaku buruk. Itu adalah sistem sensorik yang mengirimkan sinyal mendesak yang otaknya belum tahu cara kelola dengan tenang. Kebanyakan orang tua tahu tentang lima indra. Yang jarang dipahami adalah bahwa manusia — dan anak-anak khususnya —
atelierofminds
16 Jul3 menit membaca


"Salim Dulu Sama Tante!" - Kenapa Memaksa Anak Bersalaman atau Berpelukan Bisa Mengganggu Sistem Regulasi Dirinya
Setiap musim Lebaran atau acara keluarga besar, ada satu momen yang berulang di banyak rumah: anak diminta salim ke om, tante, atau tamu yang baru ditemuinya. Anak menarik tangan, menunduk, atau langsung menangis. Orang tua merasa tidak enak hati, lalu, sering tanpa sadar, mendorong anak untuk tetap melakukannya. "Ayo dong, salim, jangan bikin malu." Kami ingin mengajak melihat momen ini dari sudut yang berbeda. Bukan soal sopan santun atau tata krama — itu penting, dan tidak
atelierofminds
6 Jul3 menit membaca


Apa yang Sebenarnya Terjadi di Otak Anak Saat Sensory Play — dan Mengapa Perlu Dipandu oleh Okupasi Terapis
Anak Anda yang berusia dua tahun sedang asyik bermain pasir kinetik, tangannya penuh, fokusnya utuh. Anak tiga tahun Anda sibuk bermain air—menuang, memindahkan, lalu mengulanginya lagi dan lagi, seolah sedang menyelesaikan sesuatu yang sangat penting. Anak empat tahun Anda meremas playdough dengan keseriusan yang bahkan bisa membuat seorang pemahat terkesan. Di mata kita, ini terlihat seperti bermain biasa. Sedikit berantakan, menyenangkan, dan sangat khas anak-anak. Tapi di
atelierofminds
28 Jun3 menit membaca


Apakah Anak Neurodivergen Saya Sudah Siap Masuk Sekolah Dasar?
Tas sekolah sudah dibeli. Seragam sudah digantung rapi.Tapi di dalam hati, mungkin ada satu pertanyaan yang terus muncul pelan-pelan: “Apakah anak saya benar-benar siap?” Untuk orang tua dengan anak neurodivergen, pertanyaan ini terasa jauh lebih dalam. Bukan hanya soal bisa membaca atau berhitung. Tapi tentang hal-hal yang sering tidak terlihat: Bisakah anak duduk di kelas yang ramai? Tahan dengan suara bising di kantin? Mengikuti rutinitas baru tanpa kita di sampingnya? Men
atelierofminds
28 Jun2 menit membaca


Anak Susah Fokus: Bukan Selalu Tentang "Kurang", Ini yang Sebenarnya Terjadi di Otak Anak
"Anak saya susah fokus." Ini salah satu kalimat yang paling sering kami dengar dari orang tua di Jakarta — saat di meja makan, saat les, saat mengerjakan PR yang seharusnya selesai dalam 15 menit tapi jadi satu jam. Dan biasanya, pertanyaan berikutnya datang dengan nada cemas: "Apa ini tanda ADHD? Apa anak saya bermasalah?" Mari kita ambil jalan lain. Bukan untuk menghindari pertanyaan itu, tapi untuk menjawabnya dengan lebih akurat. Karena "susah fokus" bukan satu hal. Itu a
atelierofminds
28 Jun3 menit membaca
bottom of page